Rumus BEP
BEP (Break Even Point) adalah titik saat pendapatan tepat menutup semua biaya, sehingga laba nol. Setiap unit yang terjual menyumbang margin kontribusi (harga jual dikurangi biaya variabel) untuk menutup biaya tetap.
BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit) BEP rupiah = BEP unit × harga jual unit untuk target laba = (biaya tetap + target laba) ÷ (harga jual − biaya variabel)Contoh
Biaya tetap Rp10.000.000 per bulan, harga jual Rp25.000, biaya variabel Rp15.000. Margin kontribusi Rp10.000 (40%). BEP 1.000 unit atau Rp25.000.000 per bulan, sekitar 34 unit per hari jika buka 30 hari. Untuk laba Rp5.000.000, perlu 1.500 unit (50 per hari).
Biaya tetap vs biaya variabel
- Biaya tetap tidak berubah walau penjualan naik turun: sewa, gaji tetap, internet, cicilan alat.
- Biaya variabel muncul setiap ada penjualan: bahan baku, kemasan, komisi aplikasi. Untuk usaha makanan, biaya variabel per porsi bisa diambil dari kalkulator HPP.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa arti BEP dalam bisnis?
Titik impas: jumlah penjualan saat usaha tidak untung dan tidak rugi. Di bawah BEP rugi, di atasnya untung.
Bagaimana jika harga jual lebih kecil dari biaya variabel?
BEP tidak akan pernah tercapai, karena setiap penjualan justru menambah rugi. Naikkan harga atau turunkan biaya variabel dulu.
Usaha dengan banyak produk, harga mana yang dipakai?
Gunakan rata-rata harga dan rata-rata biaya variabel per transaksi, atau hitung per produk utama. Hasilnya perkiraan, dan cukup untuk menentukan target harian.
Berapa lama BEP untuk modal awal?
Itu hitungan berbeda (payback period): modal awal dibagi laba bersih per bulan. Hitung dulu BEP bulanan di sini supaya tahu laba bersih yang realistis.